(قال رسول الله ﷺ : « أنا أول الناس يشفع في الجنة)
Telah bersabda nabi Muhammad SAW : "Aku adalah manusia pertama yang memberikan syafaat di surga".
قال رسول الله ﷺ : « أنا أول شفيع في الجنة
Telah bersabda nabi Muhammad SAW : "Aku adalah pemberi syafaat pertama di surga".
فقال : « لكل نبي دعوة يدعوها، فأنا أريد - إن شاء الله أن أختبئ دعوتي، شفاعة لأمتي يوم القيامة
Telah bersabda nabi Muhammad SAW : " setiap daripada nabi memiliki doa mustajab dan aku mengiginkan jika ALLAH berkehendak untuk menyimpan doaku tersebut sebagai syafa'at untuk umatku pada hari kiamat kelak".
Maka nabi muhammad SAW memiliki kunci syafaat, dan kunci syafaat tersebut ada pada doa beliau SAW :
« اللهم أعوذ برضاك من سخطك ، وبمعافاتك من عقوبتك ، وأعوذ بك منك لا أحصي ثناء عليك ، أنت كما أثنيت على نفسك»
"Ya ALLAH aku berlindung dengan keridhoanmu daripada murkamu, dan dengan ampunanmu daripada siksaanmu, dan aku berlindung dengan dzat engkau daripada dzat engkau, bilangan pujian yang aku panjatkan kepada dzatmu tidak sebanding bilangan yang memang engkau panjatkan untuk memuji dzatmu".
Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita didalam doa tersebut bahwa murka, siksaan, ridho serta ampunan itu semua adalah tajalli daripada asma & sifat ALLAH SWT dan sayiduna muhammad SAW beekedudukan sebagai tajalli dzat dalam ucapan beliau SAW : "dan aku berlindung dengan dzat engkau daripada dzat engkau". Maka martabat ini adalah martabat yang dimiliki seseorang yang melihat bahwasanya wujudnya merupakan daripada wujud tuhannya.
Dan hal ini memberitahukan kepada kita mengapa para nabi lain terhijab dengan murka ALLAH SWT pada hari tersebut (kiamat) setiap para nabi berkata : "Diriku .... diriku... diriku ..... ". sedangkan nabi kita sayiduna muhammad SAW justru hanya beliau SAW yang berkata : Umatku ... umatku... umatku... mereka para nabi terhijab dengan sifat-sifat ALLAH SWT sedangkan nabi muhammad SAW merupakan tajalli dzat ALLAH SWT ...
Dan beliau SAW dalam doa tersebut juga menggambarkan terlepasnya daripada daya upaya dan kekuatan yang menandakan beliau SAW dalam keadaan fana terhadap ALLAH SWT yang beliau SAW ajarkan kepada kita dalam kalimat doa beliau SAW : "bilangan pujian yang aku panjatkan kepada dzatmu tidak sebanding bilangan yang memang engkau panjatkan untuk memuji dzatmu".
Dari sini nabi Muhammad SAW mengabarkan kepada kita tentang pujian-pujian yang ALLAH SWT ilhamkan kepada beliau pada hari tersebut (kiamat) dengan ucapan :
فأحمده بمحامد لا أقدر عليه الآن ، يلهمنيه الله ، ثم أخر له ساجدا ، فيقال لي : يا محمد ارفع رأسك ، وقل يسمع لك ، وسل تعطه ، واشفع تشفع
Maka aku memujiNYA dengan pujian-pujian yang tidak mampu ku lakukan sekarang, ALLAH SWT mengilhamkan kepadaku pujian-tersebut pada hari itu, kemudian aku akhiri dengan bersujud kepadaNYA. maka dikatakan kepadaku : "Ya muhammad angkat kepalamu katakanlah akan didengar, memohonlah maka akan dikabulkan, dan mintalah syafaat engkau akan diizinkan memberi syafaat".
Maka tiadalah yang memuji ALLAH SWT kecuali ALLAH SWT dan tiadalah syafaat disisi ALLAH SWT kecuali syafaat ALLAH SWT. dan inilah tafsir dari doa yang beliau SAW panjatkan :
و أعوذ بك منك
dan aku berlindung dengan dzat engkau daripada dzat engkau.
Telah bersabda nabi muhammad SAW :
والذي نفس محمد بيده إن إبراهيم ليرغب في شفاعتي
Dan demi dzat yang jiwa muhammad SAW dalam genggamanNYA, sesungguhnya nabi Ibrahim alaihi salam amat mengharapkan syafaat dariku.
Bahwa nabi ibrahim adalah nabi yang ma'shum akan tetapi syafaat nabi muhammad SAW untuknya adalah untuk meninggikan derajatnya di sisi ALLAH SWT, dan sebagai izin untuk bisa juga mensyafaati orang lain, dan disini kita dapat ketahui bahwasanya Rasulullah SAW adalah yang paling pertama memberikan syafaat .!!!
اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق و الخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم و على آله حق قدره ومقداره العظيم
Ditulis oleh : Darwesh
Diambil Dari kitab : الخصائص النبوية
Karya :
سماحة الإمام العلامة صلاح الدين التجاني
الحسني