Jumat, 30 September 2022

Permata Di Dalam Usia


عن أنس بن مالك روي أن رسول الله ﷺ قال: «المولود حتى يبلغ الحنث ما عمل من حسنة كتبت لوالده أو لوالديه وما عمل من سيئة لم تكتب عليه ولا على والديه، فإذا بلغ الحنث جرى عليه القلم وأمر الملكان اللذان مـعـه أن يـحـفـظا وأن يشددا فإذا بلغ أربعين سنة في الإسلام آمنه الله من البلايا الثلاثة الجنون والجذام والبرص، وإذا بلغ الخمسين لين الله عز وجل عليه حسابه، وإذا بلغ الستين رزقه الله إنابة يحييه عليها، وإذا بلغ السبعين أحبه الله وأحبه أهل السماء، وإذا بلغ الثمانين تقبل الله منه حسناته ومحا عنه سيئاته، وإذا بلغ التسعين غفر الله له ما تقدم من ذنبه وما تأخر وسمى أسير الله في الأرض وشفع في أهله، .
رواه أحمد والبزار وأبو يعلى ورجال أحد إسنادي البزار ثقات
Dari anas bin malik meriwayatkan bahwasanya rasulullah SAW bersabda : seorang anak hingga ia sampai usia balig apabila melakukan kebaikan maka dicatat kebaikan tersebut untuk kedua orangtuanya dan apabila beramal keburukan maka tidak dicatat baginya juga bagi kedua orangtuanya, apabila anak tersebut sudah sampai usia balig maka berlaku baginya catatan amal serta diperintahkan dua malaikat untuk senantiasa menjaga, apabila ia telah sampai usia 40 tahun didalam islam maka ALLAH SWT memberikan keamanan baginya dari 3 bala yaitu: penyakit gila, kusta, serta albino. Apabila ia sampai usia 50 tahun ALLAH SWT meringankan hisabnya. Apabila sampai usia 60 tahun ALLAH SWT anugerahi atasnya hidup dalam keadaan senantiasa bertaubat kepada ALLAH SWT. Apabila ia sampai usia 70 tahun ALLAH SWT serta seluruh penduduk langit (para malaikat) mencintainya.  Apabila ia sampai usia 80 tahun ALLAH SWT menerima seluruh amal ibadahnya serta menghapus seluruh dosa-dosanya. Apabila ia sampai usia 90 tahun ALLAH SWT ampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang serta ia selalu dalam pengawasan ALLAH SWT serta dapat memberikan syafaat(pertolongan) kepada keluarganya. 

Hadits ini menerangkan tentang keistimewaan yang amat agung bagi orang yang panjang usianya serta baik amalnya... 

Ya rabb panjangkan usia kami dalam ketaatan ... aamiin ... 




Di Tulis Oleh : Darwesh
Di Ambil Dari Kitab : الكنز في المسائل الصوفية
Karya : 
سماحة الإمام العلامة صلاح الدين التجاني 
الحسني

Senin, 26 September 2022

Keagungan Karunia ALLAH SWT Di Dalam Niat



عن سهل بن سعد الساعدي رضي الله عنه، قال: قال  رسول اللہ ﷺ: نية المؤمن خير من عمله. وعمل المنافق خير من نيته. وكل يعمل على نيته. فإذا عمل المؤمن عملا نار في قلبه نور 
dari sahl bin sa'idi rodhiyallahu anhu telah berkata : telah bersabda Rasulullah SAW : niat orang mukmin lebih baik daripada amalnya, dan amalnya orang munafik lebih baik daripada niatnya. dan segala amal tergantung atas niatnya. apabila seorang mukmin beramal dengan suatu amalan maka dari hati orang mukmin tersebut memancarkan cahaya. 

عن ابن عباس رضي الله عنه أن رسول اللہ ﷺ قال:  أفضل العمل النية الصادقة
Dari ibnu abbas rodhiyallahu anhu bahwasanya rasulullah SAW bersabda : Sebaik-baik amal adalah niat yang benar/tulus.

عن أبي موسى رضي الله عنه قال: قال ﷺ: نية المؤمن خير من عمله، وإن الله عزوجل ليعطي العبد على نيته ما لا يعطيه على عمله؛ وذلك أنّ النية لا رياء فيها، والعمل يخالطه الرياء
Dari abi musa rodhiyallahu anhu telah berkata : telah bersabda nabi Muhammad SAW : Niat orang mukmin lebih baik daripada amalnya, dan sungguh ALLAH SWT memberikan kepada hamba atas apa yang ia niatkan yang mana hal tersebut tidak ALLAH SWT berikan atas amalnya, karena didalam niat tidak tercampur unsur riya sedangkan didalam amal tercampur unsur riya. 

كان أنس بن مالك رضي الله عنه يحدث عن النّبی ﷺ، أنه قال: إن الله يعطي الدنيا على نية الآخرة، وأبى أن يعطي الآخرة على نية الدنيا.
Anas bin malik Radhiyallahu anhu menceritakan dari nabi Muhammad SAW beliau bersabda : Sesungguhnya ALLAH SWT memberikan dunia atas niat akhirat, dan tidak memberikan akhirat atas niat dunia.

 عن أبي هريرة رض الله عنه، قال: قال رسول اللہ ﷺ: إنّما يبعث الناس على نياتهم
Dari abi hurairah rodhiyallahu anhu telah berkata. telah bersabda nabi Muhammad SAW : Sesungguhnya manusia dibangkitkan atas niat-niat mereka. 

عن أبي الدرداء رض الله عنه يبلغ به النبي ﷺ قال: من أتى فراشه وهو ينوي أن يقوم يصلي من الليل، فغلبته عيناه حتى أصبح، كتب له ما نوى، وكان نومه صدقة عليه من ربه عزوجل
Dari abi darda Radhiyallahu anhu telah bersabda nabi Muhammad SAW : Siapa yang hendak tidur kemudian berniat untuk bangun malam melaksanakan shalat, namun tertidur hingga pagi (hingga tidak bangun malam melaksanakn shalat), dicatat atasnya dengan apa yang ia niatkan dan tidurnya tersebut hingga pagi merupakan shodaqoh dari ALLAH SWT. 


Di Tulis Oleh  : Darwesh
Di Ambil Dari Kitab : الفضل العظيم
Karya : 
سماحة الإمام العلامة صلاح الدين التجاني الحسني

Sabtu, 24 September 2022

Permata Dalam Kemaksiatan



Orang mukmin melihat segala sesuatu bertasbih kepada ALLAH SWT, maka ia melihat seluruh bentuk amal-amalnya hidup serta bertasbih kepada ALLAH SWT serta memiliki ruh hingga akhirnya walaupun pada dzhohirnya maksiat maka ia tetap hidup memohonkan ampun bagi pelakunya .dikarenakan kejadian maksiat tersebut bukanlah sesuatu yang memang tumbuh berkembang dan pelaku maksiat mengeluarkannya menjadi ada setelah sebelumnya tiada kejadian maksiat tersebut.

Dan orang mukmin yang terjatuh dalam kemaksiatan sebetulnya mukmin tersebut enggan untuk bermaksiat, 

dan didalam kemaksiatan itu terdapat kebaikan, yaitu keadaan pelakunya dengan amal buruk hingga pada akhirnya ia akan termasuk dari orang-orang yang pada satu sisi beramal baik dan pada satu sisi lainnya beramal buruk, maka ALLAH SWT berfirman dalam surat attaubah ayat 102: 

وَآخَرُونَ اعْتَرَفُوا بِذُنُوبِهِمْ خَلَطُوا عَمَلًا صَالِحًا وَآخَرَ سَيِّئًا عَسَى اللَّهُ أَنْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ 

Dan (ada pula) orang-orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka, mereka mencampurbaurkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.

maka pelaku maksiat tersebut memiliki kebaikan dari 3 sisi : 
1. Masih memiliki iman
2. Ketidaksenangan tegelincir dalam kemaksiatan
3. Menyesal atas perbuatan maksiat tersebut.

maka orang tersebut beramal buruk dari satu sisi namun dari sisi lainnya memiliki kebaikan.

adapun firman ALLAH SWT  :

 لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ 
la mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya (perolehannya) dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya (perbuatanya).

Ini adalah kabar gembira dari ALLAH SWT sebagaimana menjadikan pelanggaran kejahatan sebagai اكتساب (perbuatan) dan menjadikan ketaatan sebagai كسب (perolehan), maka اكتساب (perbuatan) tidaklah ia memiliki hak(balasan) atasnya hingga engkau memang berhak mendapatkan balasan perbuatan buruk tersebut (siksa dengan sebab melakukan keburukan), namun jika engkau memang lebih berhak atas كسب (perolehan) amal baik (dengan melakukan kebaikan) engkau tidak layak dengan اكتساب (melakukan perbuatan buruk), dan hak yang didapatkan tersebut baik dari amal baik dengan pahala ataupun buruk dengan siksa tidak akan tertuju kecuali kepada orang yang memang benar-benar berhak menerimanya, maka اكتساب (perbuatan) melakukan keburukan adalah kesengajaan (perilaku baru) dan bukanlah perilaku murni,asli,awal dari orang tersebut


Di tulis oleh : Darwesh
Di ambil dari kitab : Al-kanz Fi Masail At-Tasawuf
Karya : Sang imam Sholahuddin At-Tijani

Jumat, 23 September 2022

Aurod Thoriqoh Tijaniyah 1





Aurod lazim thoriqoh : yaitu wirid harian pagi & sore dan hailalah jum'at.

1. Wirid Harian Thoriqoh Tijaniyah

Membaca  أستغفر الله (astaghfirullah) 100X lafadz istighfarnya tidak dengan penambahan lafadz lainnya cukup أستغفر الله 
( astaghfirullah). 

Membaca sholawat 100X dengan bentuk sholawat apapun, namun afdhalnya dengan shalawat fatih, apabila telah memulai dengan bentuk suatu shalawat maka jangan mencampur dengan bentuk shalawat lain.

Membaca لا إله إلا الله (laa ilaaha illallah) 100X

Wirid dibaca satu kali di pagi hari dan satu kali di sore hari. 
  • Waktu Wirid pagi :
1. Waktu Mukhtar : Setelah shalat subuh sampai sebelum dzuhur.
2. Waktu Dharuri : Sebelum dzhuru sampai maghrib.
  • Waktu Wirid Sore :
1. Waktu Mukhtar : Setelah shalat ashar sampai isya, 
2. Waktu Dharuri : Dari isya sampai subuh. 

Apabila waktu wirid keluar dari waktu dharuri maka wajib di qodho, adapun waktu ikhtiyari adalah sebaik-baiknya waktu dalam membaca wirid, tidak diperkenankan mengakhirkan wirid kepada waktu dharuri kecuali memang keadaan yang memaksa untuk mengerjakan wirid pada waktu dharuri.

1. Sah memajukan waktu wirid pagi pada malam harinya walau tanpa udzur, bahkan dianjurkan karena ganjaran shalawat fatih satu kali di waktu malam dilapatgandakan dari waktu pagi, mulainya waktu mentaqdim (memajukan ) wirid pagi di malam harinya seukuran orang membaca 5 ahzab alquran setelah shalat isya hingga sampai sebelum fajar, jika telah terbit fajar(waktu subuh) sebelum dia selesai mentaqdim wirid pagi maka dia teruskan meyempurnakan bacaanya dan tidak perlu di ulang.

2.  Tidak sah memajukan wirid sore dari waktunya kecuali adanya udzur yang mendesak, maka ia bisa memajukan wirid sore setelah membaca wirid pagi.

3.  makan serta minum membatalkan wirid walaupun sedikit.

4.  begitu juga tertawa dengan suara membatalkan wirid.

5. Apabila sedang menaiki kendaraan semisal kereta atau mobil, boleh mengerjakan wirid di tempat duduk kendaraannya apabila sepatunya suci. Jika ragu sepatunya suci atau tidak maka ia lepaskan sepatunya dan meletekan kedua kakinya di atas sepatunya, dan tidak menggerakkan sepatunya dengan kakinya selama membaca wirid dan ini pun bisa dilakukan apabila dia yakin juga terhadap sucinya tempat duduknya dalam kendaraan yang ia duduki.

6. Orang sakit dan haid serta nifas diberikan pilihan untuk mengerjakan wirid atau tidak.

7. Siapa yang ragu dalam bilangan wiridnya dengan kelebihan atau kekurangan maka ia tetapkan atas bilangan yang sedikit kemudian setelah selesai membaca istighfar 100X.
( seorang yang sedang wirid ragu sudah membaca dinhitungan ke 90 atau sudah ke 100 maka dia tetapkan dia baru membaca pada hitungan ke 90 kemudian dia sempurnakan, setelah selesai ia membaca istighfar 100X)

8. apabila ketika wirid  saat membaca shalawat dia membaca dengan shalawat fatih kemudian dilengkapi dengan selain shalawat fatih maka boleh apabila dalam keadaan darurat. 

9. apabila ia baru sadar bahwa biji tasbih yang ia gunakan bilangannya kurang, dan ia sudah lama mengerjakan wirid dengan tasbih tersebut, maka ia cukup mengulang wirid yang terakhir dia baca saja tidak perlu mengulang semua wirid yang telah dibacanya.

10. Jika sedang mengerjakan wirid kemudian masuk waktu hailalah maka ia sempurnakan membaca wiridnya kemudian gabung bersama jamaah membaca hailalah, kecuali jamaah tersebut tidak sempurna jika tidak ada dirinya maka ia memutuskan wiridnya lalu gabung bersama jamaah untuk dzikir hailalah.

11. Jika sedang mengerjakan wirid kemudian ditengahvmembaca wirid mendapati jamaah sedang berdzikir wadzhifah, maka ia sempurnakan dahulu wiridnya setelah itu baru ikut gabung bersama jamaah membaca wadzhifah dan menyempurnakan apa yang tertinggal dalam wirid wadzhifah di akhir wadzhifah.

12. Apabila ia sedang wirid kemudian memdapati imam naik ke mimbar pada shalat Jumat, maka ia tetap sempurnakan wiridnya.

13. Siapa yang terjatuh tasbihnya ketika mengerjakan wirid serta ia tidak menyadari sudah sampai bilangan mana terakhir wirid, maka ia lanjutkan pada bilangan/biji tasbih dengan sangkaan kuat terakhir berhenti pada bilangan/biji tasbih tersebut, kemudian dia lanjutkan hingga selesai, atau jika ia ingin memulai dari ulang juga tidak masalah.

14. Siapa yang setelah membaca wirid baru sadar bahwa ternyata di pakaiannya ada najis, maka ia tidak perlu mengulang wiridnya. namun apabila ia mendapati najis pada pakaiannya di tengah wirid, jika najis itu kering dan mudah di hilangkan maka ia hilangkan kemudian melanjutkan wiridnya. namun apabila najis tersebut tidak mudah dihilangkan maka ia bersihkan/cuci terlebih dahulu kemudian ia ulang wiridnya dari awal, kecuali sempitnya waktu dharuri hanya tersisa cukup waktu untuk membaca wirid saja maka lebih utama dia tetap membaca wirid walaupun ada najis di pakaiannya. 

15. Wajib berwudhu serta menetapkan niat dalam mengerjakan wirid juga wajibnya menutup aurat dalam wirid, dan tidak berbicara ketika wirid dari awal hingga akhir kecuali dalam kondisi darurat, ketika kondisi darurat ia isyaratkan dahulu sebelum berbicara apabila isyaratnya tidak dipahami maka ia boleh berbicara 1 atau 2 kata, dan di kecualikan kepada anak terhadap orangtua atau istri terhadap suami, mereka boleh berbicara lebih dari 2 kata hingga orangtua/suami ridho. kemudian ia tetapkan bilangan terakhir wirid dan ia lanjutkan, namun apabila ia berbica banyak maka ia berhentikan wiridnya kemudian setelah selesai berbicara terhadap orangtua/suami ia memulai wirid dari awal.

16. Dalam keadaan wirid wajib menjawab salam baik dengan ucapan atau dengan isyarat.  dan mustahab untuk mendoakan orang bersin serta menjawab muadzin. 

17. Boleh meneruskan bacaan wirid bagi orang yang terkena najis ma'fu, yaitu najis yang hanya berupa darah/nanah seukuran koin dirham.

18. Siapa yang ragu apakah ia sudah mengerjakan wirid atau belum maka ia yakinkan belum mengerjakan wirid kemudian ia kerjakan wirid, dan juga siapa yang ragu apakah sudah melaksanakn rukun wirid atau belum maka ia ambil belum .

19. Mendawamkan atas wirid adalah bentuk menjalankan nadzarnya, maka siapa yang memutus wiridnya atau lalai terhadap wiridnya maka wajib baginya tajdid (pembaruan pengambilan izin thoriqoh) oleh salah seorang muqoddam. 



Di tulis Oleh : Darwesh
Di ambil Dari Kitab : النور في الطريقة التجانية
Karya : سماحة الإمام العلامة صلاح الدين التجاني الحسني



Kamis, 22 September 2022

Permata Di Dalam Ahlil Bait

عن أبي ذر قال: سمعت رسول اللہ ﷺ يقول: «مثل أهل بيتي مثل سفينة نوح من ركبها نجا ومن تخلف عنها غرق،
رواه الحاكم وقال صحيح على شرط مسلم وأقره الذهبي
Dari abi dzar telah berkata : aku mendengar rasulullah SAW bersabda : perumpamaan ahli bait ku seperti bahtera nabi nuh, siapa yang menaikinya akan selamat, siapa yang menyelisihinya akan tenggelam.


عن جابر قال : رأيت رسول اللہ ﷺ في حجة الوداع يوم عرفة، وهو على ناقته القصواء يخطب فسمعته يقول: «إنى تركت فيكم ما إن أخذتم به لن تضلوا كتاب الله وعترتي أهل بيتي، رواه الترمذي وقال حسن غريب
Dari jabir telah berkata : aku melihat rasulullah SAW pada haji wada' hari arafah. Dan beliau sedang nerada di atas untanya kemudian berkhutbah maka aku mendengar beliau bersabda : sungguh telah aku tinggalkan kepada kalian apa-apa yang jika kalian memegangnya teguh denganya tidak akan tersesat yaitu kitab ALLAH dan ahli bait keturunanku.


عن يزيد بن أرقم و قال: رسول اللہ ﷺ إني تارك فيكم ما إن تمسكتم به لن تضلوا بعدى أحدهما أعظم من الآخر وهو كتاب الله حبل ممدود من السماء إلى الأرض وعترتي أهل بيتي لن يفترقا حتى يردا على الحوض فانظروا كيف تخلفوني فيهم،
رواه الترمذي وقال حسن غريب
Dari yazid bin arkom telah bersabda Rasulullah SAW : sungguh aku tinggalkan kepada kalian apa-apa yang jika kalian memegangnya dengan teguh kalian tidak akan tersesat sepeninggalku nanti yang mana salah satu dari kedua hal yang aku tinggalkan lebih besar dari yang satunya lagi yaitu kitab ALLAH yang merupakan tali panjang dari langit ke dunia dan ahli bait keturunanku yang keduanya tidak akan terpisah hingga menghampiri telagaku, maka perhatikanlah oleh kalian bagaimana kalian mengikutiku didalam mentaati keduanya.

 عن عائشة رواه أن النبي ﷺ قال وهو في مرضه الذي توفى فيه: يا فاطمة ألا ترضين أن تكوني سيدة نساء العالمين وسيدة نساء هذه الأمة وسيدة نساء المؤمنين،
رواه الحاكم بسند صحيح وأقره الذهبي
Dari aisyah telah meriwaykannya bahwasanya nabi muhammad SAW bersabda di dalam  sakit menjelang kematiannya wahai fathimah ridhokah kamu untuk menjadi pemimpin wanita di seluruh alam dan pemimpin wanita umat ini serta pemimpin wanita orang-orang mukmin 

عن على كرم الله وجهه أن النبی ﷺ أخـذ بيـد حـسن وحسين وقال «من أحبنى وأحب هذين وأباهما وأمهما كان معي في درجتي يوم القيامة. رواه أحمد والترمذي وقالا حسن غريب
Dari sayidina ali karomallahu wajhah bahwasanya nabi muhammad SAW menggandeng kedua tangan hasan dan husein dan beliau bersabda : siapa yang mencintaiku dan mencintai hasan dan husein serta mencintai kedua orang tuanya ia akan bersamaku pada hari kiamat kelak.

عن عبدالله بن مسعود  أن رسول اللہ ﷺ قال: «النظر إلى
على عبادة، رواه الطبراني بسند صحيح
Dari abdullah bin mas'ud bahwa rasulullah SAW bersabda : memandang ali adalah ibadah.

Hal itu disebabkan karena sayidina ali adalah pewaris nabi muhammad SAW maka siapa yang memandangnya seakan akan memandang nabi muhammad SAW 


عن ثوبان قال: «دخل رسول اللہ ﷺ على فاطمة وأنا معه
وقد أخذت من عنقها سلسلة من ذهب فقالت: هذه أهداها إلى أبو حسن، والسلسلة في يدها فقال رسول اللہ ﷺ يا فاطمة أيسرك أن يقول الناس فاطمة بنت مـحـمـد وفي يدك سلسلة من نار، ثم خرج رسول اللہ ﷺ ولم يقعد فعمدت فاطمة إلى السلسلة فاشترت بها غلاما فأعتقته فبلغ ذلك النبی ﷺ فقال الحمد لله الذي نجا فاطمة من النار .
رواه الحاكم وصححه على شرطهما وأقره الذهبي
Dari tsauban telah berkata : rasulullah SAW mendatangi fathimah dan aku bersama beliau SAW kemudian fathimah menunjukan sebuah kalung emas kepada Rasulullah SAW dan berkata abu hasan (sayidina ali) telah menghadiahkan ini kepadaku, kemudian bersabda nabi muhammad SAW: wahai fathimah apa kamu senang orang-orang mengatakan fathimah bint muhammad tapi ditanganmu ada kalung dari neraka, kemudian Rasulullah SAW keluar dan belum sempat duduk kemudian fathimah langsung menjual kalung tersebut kemudian uang dari kalung tersebut digunakan untuk membebaskan budak, lalu sampai kabar tersebut kepada Rasulullah SAW dan beliau bersabda segala puji bagi ALLAH SWT yang telah menyelamatkan fathimah dari neraka.


Hal ini termasuk daripada bab kebaikan-kebaikan bagi orang yang baik merupakan keburukan bagi para muqorrobiin , maka emas adalah halal untuk perempuan-perempuan lain akan tetapi berbeda untuk sayidah fathimah yang haram untuk memakainya.  
 Dan begitu juga diharamkannya shodaqoh kepada nabi muhammad SAW dan juga kepada keluarga beliau SAW 

عن جابر بن عبدالله رضي الله عنهما قال: دعا رسول اللہ ﷺ عليا يوم الطائف فانتجاه فقال الناس: لقد طال نجواه مع ابن عمه، فقال رسول اللہ ﷺ «ما انتجيته ولكن الله انتجاه، رواه الترمذي وقال حسن
Dari jabir bin abdullah telah berkata : Rasulullah SAW memanggil ali pada hari thoif kemudian berbicara berdua saja,aka berkata orang-orang lama sekali perbicaraan Rasulullah SAW dengan anak pamannya, maka rasulullah SAW bersabda : bukan aku yang berbicara berdua dengannya akan tetapi ALLAH SWT yang berbicara dengannya.

عن أسامة بن زيد رضي الله عنهما قال: كنت جالسا إذ جاء على والعباس يستأذنان فقالا: يا أسامة استأذن لنا رسول اللہ ﷺ فقلت: يا رسول الله على والعباس يستأذنان. قال: «أتدري ما جاء بهما؟ قلت: لا .فقال النبی ﷺ : «لكنى أدرى إنذن لهما، فدخلا. فقالا: يا رسول الله جئناك نسألك أي أهلك أحب إليك؟ قال: «فاطمة بنت قالا: جئناك نسألك عن أهلك قال «أحب أهلى إلى من قد أنعم الله عليه وأنعمت عليه أسامة بن زيد، قالا ثم من؟ قال: «علی بن أبي طالب، فقال العباس يا رسول الله جعلت عمك آخرهم قال محمد: إن عليا قد سبقك بالهجرة، رواه الترمذي وقال حسن
Dari usamah bin zeid telah berkata : ketika aku sedang duduk datang kepadaku sayidina ali dan abbas mereka meminta izin dan berkata : wahai usamah izinkan kami untuk menghadap Rasulullah SAW. Maka aku berkata kepada Rasulullah SAW : ya rasulallah ali dan abas meminta izin untuk menghadap engkau, kemudian rasulallah bertanya : taukah kau apa yang menyebabkan mereka datang? Aku menjawab tidak ya rasul. Rasul menjawab : akan tetapi saya mengetahui izinkan mereka masuk, maka mereka berdua masuk dan mereka berkata kepada rasulallah : ya rasulallah kami datang untuk bertanya dari anggota keluargamu yang manakah yang paling engkau cintai ? Beliau SAW menjawab : fathimah puteriku. Mereka bertanya kembali ya rasulallah kami datang untuk bertanya anggota keluargamu yang lain? Maka beliau SAW menjawab dari keluargaku yang paling aku cintai adalah dia yang telah ALLAH SWT berikan kenikmatan dan aku mendapat kenikmatan tersebut dari dirinya yaitu usamah bin zeid. Kemudian mereka bertanya kembali kemudian siapa lagi ya rasul? Nabi SAW menjawab Ali bin abi thalib, kemudian abbas berkata : ya rasul engkau menjadikan pamanmu terakhir dari mereka? Nabi SAW menjawab sungguh ali telah mendahuluimu dalam berhijrah.


Ketahuilah bahwa cinta terbagi menjadi dua yang pertama cinta murni secara dzat dan cinta yang disebabkan amal yaitu cinta karena keimanan, Rasulullah SAW mencintai usamah dengan cinta murni secara dzatnya maka sangat beruntung serta berbahagia atasnya. Itu adalah cinta yang tidak terikat sebab seperti kasih sayang antar anak kecil pada sesamanya . Kemudian yang paling beliau cinta setelahnya adalah dengan kecintaan keimanan, dan sungguh kedua kecintaan tersebut terkumpul kepada sidi ali bin abi Tholib karomallahu wajhah. 



Ditulis oleh : Darwesh
Diambil dari kitab : Al-kanz Fi Masaili At-Taswuf
Karya : Sang Imam Syekh Sholahuddin At-Tijani


Selasa, 20 September 2022

Senandung Cinta Sang Imam Syekh Sholahuddin At-tijani Al-hasani 4


AKU membatasi dirimu atas akhirat sebagaimana AKU membatasi dirimu terhadap dunia ...
AKU membatasi dirimu atas segala sesuatu, karena dirimu hanya UNTUKU..

( ALLAH SWT mencintai mereka dan merekapun mencintai ALLAH SWT )

Sabtu, 17 September 2022

Senandung cinta sang imam syekh sholahuddin at-tijani al-hasani 3

Dzikirmu disisi KU berkedudukan sama dengan dzikirnya seluruh semesta,
Dan dzikirnya seluruh semesta tidak berkedudukan sama dengan dzikirmu,
Seluruh semesta berdzikir kepadaku karena memandang engkau, 
Seluruh semesta rindu untuk memandang AKU,
Namun .......
AKU merindukan dirimu.

Syarat-syarat di dalam thoriqoh tijaniyah

syarat-syarat di dalam at-thoriqoh al-ahmadiyah al-muhammadiyah at-tijaniyah al-mubarokah terkumpul dalam 4 syarat :
1. tidak menduakan thoriqoh tijaniyah sepanjang hidup. 

maka tidak menggabung thoriqoh tijaniyah dengan thoriqoh lain juga tidak menggabung wirid thoriqoh tijaniyah dengan wirid thoriqoh lain.

2. yakin terhadapan syekh ahmad at-tijani serta senantiasa mencintai beliau. dan tidak mengkritisi beliau rodhiyallahu 'anhu.

sebagaimana wajib beradab kepada seluruh yang mempunyai hubungan/nasab yang sampai kepada beliau rodhiyallahu anhu, terutama kepada para pembesar khususiyah, apabila tampak dari diri seorang syeikh sesuatu yang menurut murid tidak sesuai syariat maka tidak mengapa bagi seorang murid untuk bertanya kepada syeikhnya dengan penuh adab dan penghormatan agar syeikh menjelaskan apa yang dilakukannya kepada murid tersebut dengan pandangan syariat.
sidi syekh ahmad bin muhammad at-tijani pernah ditanya : apakah engkau akan di dustakan? beliau menjawab : ya, apabila kalian mendengar sesuatu dariku maka timbanglah dengan neraca syariat, apabila sesuai maka amalkan apabila menyelisih syariat maka tinggalkan.
seorang syeikh terhadap muridnya berkedudukan seperti nabi muhammad SAW kepada para sahabat-sahabatnya karena seorang syeikh adalah pewaris dari baginda nabi besar Muhammad SAW, maka para ulama adalah pewaris para nabi. maka siapa yang ragu atau mencurigai terhadap apa yang dilakukan syekh atau apa yang dikatakan syekh maka sungguh ia telah mengkritisi syekh dan terangkat idzin daripadanya seketika. serta tidak tersambung antara dirinya dengan Ruhani syekh kecuali ia bertaubat dan memperbarui idzin dalam thoriqoh serta memurnikan cinta dan keyakinan terhadap syekh rodhiyallahu anhu.

3. senantiasa menjaga, mengamalkan wirid hingga wafat.

maka sungguh wirid-wirid lazimah dalam thoriqoh tijaniyah tidak diberikan kecuali kepada orang yang memang siap mentaatinya sepanjang hidupnya dengan sebab nadzar maka menjadi wajib atas dirinya. maka tidak diragukan pahal amalan wajib dilipatgandakan atas pahala amalan sunah 70X lipat. sebagaimana pada hadits tentang keutamaan bulan ramadhan dari salman al-farisi Radhiyallahu Anhu beliau berkata : berkhutbah kepada kami rasulullah SAW beliau bersabda : 

من تقرب فيه بخصلة من خصال الخير كان كمن أدى فريضة فيما سواه و من أدى فريضة فيه كان كمن أدى سبعين فريضة في غيره.

Siapa yang mendekatkan diri kepada ALLAH SWT pada bulan tersebut  dengan melakukan suatu amalan sunah seperti orang yang melakukan amalan wajib diluar bulan ramadhan, dan siapa yang melaksanakan amalan wajib di bulan tersebut seperti melaksanakan 70X amalan wajib di luar bulan ramadhan.

Sebagian ahli thoriqoh berkata : daripada sebab tingginya masyrab kami ialah kami di ganjar atas amalan kami dengan ganjaran amalan wajib. Dan bagi yang belum giganjar amalan wajib ( belum memasuki thoriqoh ) maka diganjar amalan sunah.

Siapa yang meninggalkan wirid hingga keluar dari waktunya maka hendaklah segera untuk mengqodhonya, adapun siapa yang meremehkan didalam wirid serta senantiasa membiasakan diri bermalas-malasan dalam mengerjakannya maka tercabut darinya izin dalam mengamalkan thoriqoh, karena meremehkan wirid sama saja dengan meremehkan pemilik wirid. 
Sebagaimana sabda nabi muhammad Saw :

لا تعرب بعد الهجرة

Tiada kembali lagi kepada masa jahiliyah setelah hijrah
 
تعرب setelah hijrah pada zaman kita saat ini bisa dianggap sebagai murtad , sedangkan ta'arrub menurut para ahli tahqiq ialah kembalinya seseorang kepada tingkatan umum setelah menempuh tingkatan khusus. 
Maka hal inilah yang membuat gagal seseorang yang telah mengambil thoriqoh dengan menempuh tarbiyah jalur khusus kembali lagi kepada jalur umum.

Adapun seseorang yang pada dasarnya belum mengambil thoriqoh akan tetapi ia memiliki cinta yang sempurna kepada sidi syekh ahmad at-tijani Radhiyallahu Anhu maka ia tergolong di dalam para pecinta sidi syekh ahmad bin muhammad at-tijani serta baginya mendapat juga 1 (satu) keutamaan dari apa yang di dapat murid-murid syekh ahmad at-tijani dan tidak ada kewajiban atasnya dalam mengerjakan wirid.

4. Menjaga perkara syariat baik secara ilmu, amal, dzhohir dan bathin.

Dan yang ping penting dari perkara ini adalah menjaga sholat 5 waktu secara jamaah apabila tidak terdapat udzur syar'i bersamaan dengan menyempurnakan syarat dan rukunnya. 
Serta sedikit-sedikitnya murid tijani didalam tuma'ninah adalah  membaca 3 tasbih dalam rukuk serta 3 tasbih dalam sujud. Sebagaimana sabda nabi nuhammad SAW : 

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ مَرْوَانَ الْأَهْوَازِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ وَأَبُو دَاوُدَ عَنْ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ يَزِيدَ الْهُذَلِيِّ عَنْ عَوْنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَكَعَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ وَذَلِكَ أَدْنَاهُ وَإِذَا سَجَدَ فَلْيَقُلْ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى ثَلَاثًا وَذَلِكَ أَدْنَاهُ
قَالَ أَبُو دَاوُد هَذَا مُرْسَلٌ عَوْنٌ لَمْ يُدْرِكْ عَبْدَ اللَّهِ

Telah menceritakan kepada kami Abdul Malik bin Marwan Al Ahwazi, telah menceritakan kepada kami Abu 'Amir dan Abu Daud dari Ibnu Abi Dzi`b dari Ishaq bin Yazid Al Hudzali dari 'Aun bin Abdillah dari Abdullah bin Mas'ud, ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, "Apabila kalian rukuk, maka ucapkanlah "SUBHAANA RABBIYAL 'ADZIIM" sebanyak tiga kali paling minim (kesempurnaannya). Apabila kalian sujud, maka ucapkanlah "SUBHAANA RABBIYAL A'LAA" sebanyak tiga kali paling minimnya." Abu Daud berkata, "Ini adalah hadis mursal, sebab 'Aun tidak pernah bertemu dengan Abdullah.

Dan yang terpenting juga dari perkara syariat adalah berbakti kepada kedua orang tua, silaturahiim, tidak memutuskan hubungan dengan siapapun tanpa penjelasan wajibnya dalam syariat. Membersihkan anggota tubuh dari kemaksiatan seperti dusta, gibah, mengadu domba, berkata sia-sia serta menjaga pandangan dari yang diharamkan oleh ALLAH SWT. Juga membersihkan hati serta mengosongkannya dari penyakit-penyakit hati seperti riya, sum'ah, sombong, ghurur, serta merasa aman dari murka ALLAH SWT. 
Setelah mengosongkan dari penyakit-penyakit hati kemudian mengisinya dengan rasa cinta, berharap, ridho, tawakkal, kepada ALLAH SWT.
Dan juga diwajibkan menjauhi perkara yang memabukan serta membahayakan seperti minuman keras , narkotika , serta tembakau.

Para pembesar thoriqoh tidak memberikan idzin thoriqoh kepada orang yang mempunyai kebiasaan mengonsumsi tembakau kecuali apabila tampak bahwa mereka akan melepaskan dari mengkonsumsi tembakau dengan keberkahan mengambil thoriqoh ini sebagaimana yang telah dilakukan sidi thoyib as-sufyani bersama para jamaah. Dahulu mereka mengkonsumsi tembakau ketika mereka diberikan thoriqoh ini mereka melepaskannya seketika itu juga dan mereka bisa seperti itu lepas dari ketergantungan tembakau dengan sebab karomat dari guru kita sidi syekh ahmad bin muhammad at-tijani Radhiyallahu Anhu.

Dan di dalam ijazah sidi syekh ahmad at-tijani kepada sidi abdul wahab bin niyas : 
dan jangan engkau berikan wirid ini kepada orang yang mengkonsumsi sesuatu yang kotor baik dengan menghirup, memakan, maupun meminum, dan hal tersebut juga seperti mengkonsumsi tanaman-tanaman kotor serta membahayakan seperti ganja, tembakau dan opium, 
Akan tetapi berikan thoriqoh ini kepada peminum khamr , karena peminum khamr mengakui keharaman meminum khamer dan dapat diharapkan taubatnya berbeda dengan pengkonsumsi tumbuhan yang kotor serta membahayakan tersebut mereka secara besarnya tidak bertaubat dari apa yang mereka lakukan karena ketidak yakinan mereka terhadap keharaman tersebut.

Ditulis oleh : Darwesh
Diambil dari kitab : An-nur Fi At-Thoriqoh At-Tijaniyah
Karya : Sang Imam Syekh Sholahuddin At-Tijani




Jumat, 16 September 2022

Senandung cinta sang imam syekh sholahuddin at-tijani al-hasani 2

Tiada di antara kami sesuatu hal kecuali pandangan.
maka sucikanlah ruang lingkup cinta dari segala keinginan-keinginan.
pandangamu yang terfokus kepada satu pandangan menandingi ibadah seluruh manusia dan jin.

senandung cinta sang imam syekh sholahuddin at-tijani al-hasani 1

https://drive.google.com/uc?export=view&id=12Y3TwKzSGfHwvqJqwIYyHaLJUskfzZa_
AKU ciptakan dirimu untuk menampakan DIRIKU bukan untuk menampakan dirimu..

AKU ciptakan dirimu agar AKU memandang engkaulah keindahan CIPTAANKU...

bersimpuhlah di HADAPANKU agar AKU memandang dirimu dan dirimu memandang AKU...

janganlah dirimu bersimpuh di HADAPANKU dengan mengiginkan sesuatu atau dengan perasaan takut..

akan tetapi bersimpuhlah di HADAPANKU dengan CINTA......

Rabu, 14 September 2022

Mengenal Sayidi Syekh Ahmad bin Muhammad At-Tijani

Beliau adalah sayidi abul abbas ahmad bin muhammad attijani bin Muhktar bin ahmad bin muhammad bin salim bin eid bin salim bin ahmad bin ahmad bin ali bin abdullah bin abbas bin ishaq bin abdul jabbar bin ali zaenal abidin bin ahmad bin idris bin muhammad bin 'alwan bin abdul muhsin bin abdul barr bin muhammad waji addin bin musa bin hammad bin dawud abu ya'qub almanshuri bin turki bin qursyalah bin ahmad bin bin ali bin musa bin yunus bin abdullah bin idris al-ashgor bin idris al-akbar bin abdullah almahdh bin al-hasan al-mutsanna bin al-hasan as-sibth bin al-imam ali bin abi tholib dari as-sayidah fathimah az-zahra pemimpin wanita ahli surga puteri baginda nabi besar muhammad SAW.
Beliau bernasab serta bermartabat amat mulia beliau menyandang gelar al-qutb al-maktum serta pemimpin ter-agung.

Beliau pernah ditanya : apakah engkau akan di dustakan ? Beliau menjawab ya , apabila kalian mendengar sesuatu dariku maka timbanglah dengan neraca syariat , apabila sesuai maka amalkanlah jika menyelisih maka tinggalkanlah.

Jika tidak mengikuti syariat tidak akan sampai seseorang yang telah sampai, siapa yang meninggalkan asas tidak akan pernah mencapai tujuan. 

Beliau syeikh ahmad bin muhammad at-tijani sungguh telah merasakan rasa lapar serta haus yang amat sangat, sedikitnya tidur senantiasa terjaga di waktu malam untuk beribadah kepada ALLAH SWT. beliau lakukan semata-mata karena cinta kepada ALLAH SWT dan rasulnya, amat murni ketauhidan beliau dalam beribadah kepada ALLAH SWT tidak karena sesuatu dan untuk sesuatu.
 
Thoriqoh beliau adalah mengesakan ALLAH SWT, menjalankan syariat secara lahir dan bathin dengan mengosongkan hati dari selain ALLAH SWT.

beliau rodhiyallahu 'anhu memiliki banyak lisan serta penjelasan, bermartabat amat mulia, beliau lentera yang menerangi jalan, pemimpin seluruh thoriqoh, pada setiap tempat beliau memiliki kuda yang tidak terdahului, dan pada setiap pasukan beliau memiliki raja yang tidak tertundukan, serta pada setiap kedudukan beliau memiliki pemimpin yang tidak pernah tercabut. tidaklah nabi Muhammad SAW meletakan telapak kaki beliau kecuali meletakan syekh ahmad attijani pada tempat tersebut sebagai telapak kaki nabi Muhammad SAW. maka beliau adalah bagian telapak dari telapak-telapak nabi Muhammad SAW. maka tiada yang dapat mengungguli martabat tersebut kecuali para nabi alaihim sholatu wa salam. 

ketahuilah bahwa bagi seluruh manusia mempunyai pemimpin, dan bagi seluruh jin mempunyai pemimpin, dan bagi seluruh malaikat mempunyai pemimpin. dan syekh ahmad attijani merupakan pemimpin seluruhnya dari manusia jin serta malaikat. 

ALLAH SWT memberikan kuasa kepada beliau untuk memiliki dunia seisinya namun beliau meninggalkan itu dan lebih memilih untuk beribadah kepada ALLAH SWT secara murni ikhlas 

ALLAH SWT menjadikan atas diri beliau 4 wajah : 
1. wajah untuk melihat dunia
2. wajah untuk melihat akhirat
3. wajah untuk melihat makhluk
4. wajah untuk melihat al-haq

ALLAH SWT menjadikan beliau sebagai khalifah di langit bumi serta seluruh alam, dan ALLAH berfirman kepada beliau : sungguh engkau disisi kami mempunyai kedudukan yang tinggi. 

tidaklah seseorang melihat beliau dalam mimpi melainkan melihat beliau juga dalam keadaan terjaga.

ALLAH SWT berfirman : و يخلق ما لا تعلمون (dan DIA menciptakan apa-apa yang tidak kamu ketahui.)
beliaulah syekh ahmad at-tijani daripada apa-apa yang diciptakan ALLAH SWT yang tidak kita ketahui.




bersambung ............




Pemberi Syafaat Pertama

(قال رسول الله ﷺ : « أنا أول الناس يشفع في الجنة) Telah bersabda nabi Muhammad SAW : "Aku adalah manusia pertama yang memberikan syafaa...